Text
Pernikahan Adat di Manado Kaitan Dengan Agama Shinto Menurut Teori Antropologi Simbolik Geertz
Sebagai institusi sosial yang paling umum, Pernikahan memiliki manifestasi ritual yang sangat berbeda di berbagai negara dengan budaya yang beragam. Setiap ritual memiliki makna filosofis dan makna yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan membandingkan Tradisi Pernikahan Adat di Manado dengan salah satu prosesi upacaranya dimulai dari Toki Pintu di Minahasa / Manado sampai dengan proses Pernikahan. Dengan tradisi Pernikahan di Jepang secara Agama Shinto yang biasa disebut Shinzen Kekonshiki, yang didasarkan pada ajaran agama Shinto di Jepang. Metode analisis utama adalah pendekatan antropologi simbolik oleh Clifford Geertz, yang menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ritual berfungsi sebagai teks budaya yang penuh dengan makna simbolik, meskipun memiliki bentuk dan konteks yang sangat berbeda. Dimana ritual Shinzen Kekonshiki menekankan nilai-nilai kesucian, harmoni (wa), dan penghormatan terhadap leluhur. Sementara salah satu Ritual Pernikahan Adat di Manado yaitu Toki Pintu menggambarkan nilai-nilai kekerabatan, musyawarah, dan perundingan sosial. Menurut analisis perbandingan, ada Kesamaan penting dalam fungsi ritual sebagai cara untuk mengukuhkan status sosial dan memperkuat ikatan kekerabatan. Kedua fungsi ini menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan nilai-nilai budaya yang mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Pernikahan, meskipun berbeda, memiliki peran penting dalam membentuk dan mempertahankan sistem makna masyarakat.
Dosen Pembimbing I : Yessy Harun, S.S., M.Pd.
Dosen Pembimbing II : Hargo Saptaji, M.A
| skr 2526.61 | 306.84 KAD p | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain