Text
PERAN MIZU SEBAGAI ONNA BUGEISHA SAAT DIBERLAKUKANNYA KEBIJAKAN SAKOKU PADA ZAMAN EDO DALAM FILM BLUE EYE SAMURAI
Penelitian ini berfokus pada analisis peran karakter Mizu sebagai onna bugeisha saat diberlakukannya Kebijakan Sakoku pada Zaman Edo yang digambarkan dalam Film Blue Eye Samurai. Onna bugeisha atau samurai wanita sering kali dianggap sebagai sosok yang tidak hanya memiliki keahlian dalam bela diri, tetapi juga berperan penting dalam struktur sosial dan politik di Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa Mizu tidak hanya berfungsi sebagai representasi kekuatan wanita yang menyembunyikan identitasnya menjadi pria dalam dunia samurai, tetapi juga sebagai simbol dari ketegangan budaya dan politik yang tercipta saat diberlakukannya Kebijakan Sakoku. Keberadaan peran utama Mizu sebagai onna bugeisha mencerminkan posisi wanita dalam masyarakat feodal Jepang serta perjuangan jati diri untuk mempertahankan identitas dan martabat dalam situasi yang penuh tantangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Film Blue Eye Samurai berhasil menggambarkan peran samurai wanita dalam konteks sejarah yang lebih luas dengan memadukan elemen-elemen fiksi dan sejarah. Selain itu, Kebijakan Sakoku yang membatasi kontak dengan dunia luar menjadi latar belakang yang memengaruhi dinamika hubungan antara karakter-karakter dalam film, terutama antara Mizu dengan berbagai tokoh lainnya.
Dosen Pembimbing : 1. Zanur Fitri M.Pd. 2. Yosefa Putri Tanjungsari M.Si"
| skr 2526.46 | 791.437 5 PUT p | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain